Panen Raya PM-AAS di Polman Catat Produktivitas 12,54 Ton per Hektare
POLEWALI MANDAR — Panen raya piloting project Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (24/8/2026), berhasil membuktikan efektivitas teknologi presisi dalam mendongkrak hasil panen. Berdasarkan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS), budidaya padi varietas Inpari 42 melalui program ini mampu mencatatkan angka produktivitas tinggi hingga 12,54 ton per hektare.
Kegiatan panen raya bersama ini dihadiri oleh jajaran pejabat lintas sektor, mulai dari Anggota Komisi IV DPR RI, Sekda Kabupaten Polman, perwakilan Dinas TPHP Sulbar, Direktur Wilayah, GM Regional IV PT Pupuk Indonesia, hingga unsur TNI-Polri dan penyuluh pertanian. Keberhasilan lompatan hasil panen tersebut ditopang oleh adopsi teknologi modern terintegrasi, mencakup penggunaan benih unggul, optimalisasi pemupukan, mekanisasi combine harvester, pemanfaatan drone pertanian, serta tata kelola air efisien dengan sistem alternate wetting and drying (AWD).
Kepala Balai menekankan bahwa transformasi dari pertanian konvensional menuju sistem presisi menuntut penguatan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani. Selain itu, para petani didorong untuk segera melakukan percepatan tanam kembali pascapanen. Apresiasi senada disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, yang menilai capaian 12,54 ton/ha ini sebagai modal penting untuk terus memperluas program PM-AAS guna meningkatkan kesejahteraan petani secara nyata.
Pemerintah Daerah melalui Sekda Kabupaten Polman menyatakan komitmennya untuk mendukung replikasi sistem ini ke wilayah-wilayah sentra pangan lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Sulawesi Barat menegaskan pentingnya kemandirian petani dalam menerapkan prinsip PM-AAS secara berkelanjutan agar momentum keberhasilan di Wonomulyo ini dapat mempercepat pencapaian target swasembada pangan daerah.(SDP/SYH)